Universitas Negeri Malang memiliki 1.266 dosen yang tersebar dalam berbagai kategori status kepegawaian. Komposisi terbesar didominasi oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 904 orang atau sekitar 71,41% dari total dosen. Selanjutnya terdapat Pegawai Tetap Non ASN (PTNA) sebanyak 265 orang (20,93%), Calon Pegawai Tetap Non ASN (CPTNA) sebanyak 68 orang (5,37%), serta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebanyak 28 orang (2,21%). Adapun Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tercatat sebanyak 1 orang (0,08%).
Berdasarkan jabatan fungsional, sebagian besar dosen berada pada jenjang Lektor sebanyak 450 orang (35,60%), diikuti Asisten Ahli sebanyak 341 orang (26,98%), Lektor Kepala sebanyak 204 orang (16,14%), dan Guru Besar sebanyak 167 orang (13,21%). Sementara itu, dosen yang masih berstatus Tenaga Pengajar berjumlah 102 orang (8,07%).
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa Universitas Negeri Malang memiliki sumber daya dosen yang didominasi oleh dosen berstatus PNS dengan jenjang jabatan fungsional yang relatif matang. Proporsi dosen pada jenjang Lektor, Lektor Kepala, dan Guru Besar mencerminkan kapasitas akademik yang kuat dalam mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Di sisi lain, keberadaan dosen pada jenjang Asisten Ahli dan Tenaga Pengajar menjadi potensi strategis untuk pengembangan karier akademik di masa mendatang, sehingga tercipta kesinambungan regenerasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Universitas Negeri Malang.
Universitas Negeri Malang memiliki 884 tenaga kependidikan yang terdiri atas beberapa status kepegawaian. Kelompok terbesar adalah Pegawai Tetap Non ASN (PTNA) sebanyak 481 orang atau sekitar 54,4% dari total tenaga kependidikan. Selanjutnya terdapat Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 346 orang (39,1%), Calon Pegawai Tetap Non ASN (CPTNA) sebanyak 41 orang (4,6%), dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) sebanyak 16 orang (1,8%).
Dari sisi pendidikan, tenaga kependidikan Universitas Negeri Malang didominasi oleh lulusan pendidikan tinggi, terutama jenjang Sarjana, yang menjadi kelompok terbesar. Selain itu, terdapat pula tenaga kependidikan dengan kualifikasi Magister, Diploma, serta sebagian kecil lulusan pendidikan dasar dan menengah. Komposisi ini menunjukkan bahwa tenaga kependidikan UM memiliki latar belakang pendidikan yang beragam dan memadai untuk mendukung penyelenggaraan layanan akademik, administrasi, dan operasional universitas secara profesional.
Secara umum, struktur tenaga kependidikan UM memperlihatkan kombinasi antara pegawai ASN dan non-ASN dengan mayoritas telah menempuh pendidikan tinggi, sehingga menjadi modal penting dalam mendukung peningkatan kualitas tata kelola dan pelayanan di lingkungan universitas.







